√ Wisata Sabang / Kumpulan Destinasi Wisata / Indah / Menarik / Bersejarah

Hai, Kamu pernah wisata Sabang?

Atau memang berencana akan liburan ke sabang pekan depan?

Nah, kali ini saya akan membahas pengalaman saya liburan wisata sabang. Biar lengkap, saya ulas sedikit dulu tentang sabang ya.

Wisata Sabang

wisata sabang
pixabay

“Dari sabang sampai marauke”, begitu lirik lagu yang diajarkan dari SD dulu. Benar Seperti yang teman-teman tahu, sabang adalah titik Nol nya Negara tercinta Indonesia.

Jadi kalau mau tahu darimana batas Indonesia dihitung? Ke Sabang dulu saja, nanti mulai dari sana ya. he…

Sabang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Aceh. Sabang merupakan kepulauan di seberang utara pulau sumatera. Pulau terbesarnya bernama Pulau Weh.

Dengan berbagai keindahannya, Sabang memang menjadi salah satu dari kumpulan destinasi wisata yang sangat disarankan di Indonesia. Coba dulu deh, nanti juga tahu.

Sabang sendiri juga merupakan titik paling utara dari Negara Indonesia, oleh karena itulah sabang disebut sebagai titik nolnya Indonesia, yaitu dari sisi sebelah utara.

Batasan dari Pulau Sabang ini adalah Negara Malaysia, Thailand, dan India.

Di Pulau Sabang inilah tersimpan begitu banyak keindahan dunia, mulai dari keindahan lautan sampai pemandangan yang tidak akan kamu jumpai di tempat lain.

Langsung saja kita bahas satu-persatu pengalamannya ya.

Bagi kamu yang masih belum puas dengan penjelasan tentang Sabang secara geografi, ekonomi dan lainnya, bisa baca di sini.

Perencanaan Wisata ke Sabang

wisata sabang
pexels

Sebenarnya perjalanan ke Sabang ini tidak kami rencanakan. semua terjadi begitu saja.

Saat itu saya masih kuliah, dan kebetulan sedang masuk masa liburan karena baru selesai final.

Seperti biasanya saya dan teman-teman berkumpul di suatu warung kopi dan mulai ngopi tentunya.

Dari sinilah, entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja ada yang menyarankan agar kita liburan ke sabang. Spontan pula, semuanya setuju.

Tanggal pun ditentukan, persiapan mulai dibeli. Langsung saja bungkus baju, tutup koper, dan jangan lupa, minta izin sama mama papa. cieee “mama papa”.

Perjalanan ke Destinasi Wisata Sabang

wisata sabang
pexels

Tanggal yang ditentukan akhirnya tiba. Kami berkumpul untuk absen dulu, lalu langsung saja ke lokasi untuk beli tiket kapal.

Oh iya, saya bawa motor. Teman-teman lain pun bawa motor juga. Kami memang sengaja bawa motor untuk memudahkan perjalanan mengelilingi Kota Sabang nantinya.

Jadi kalau kami mau liburan ke sabang suatu hari, lebih baik bawa kendaraan pribadi, baik motor ataupun mobil, biar di sana tidak perlu banyak sewa kendaraan lagi.

Setelah beli tiket kapal, kita langsung memasuki kapal dan sekalian dengan motornya juga.

Harga tiket kapal saat itu sekita Rp 25.000/orang. Dan ada tambahan biaya juga bagi yang bawa motor, kalau tidak salah sekitar Rp 15.000.

Kami berangkat dengan kapal biasa, bukan kapal cepat.

Perjalanan itu memakan waktu sekitar 3 jam.

Di atas kapal itu termasuk pengalaman yang unik juga. Sejujurnya itulah kali pertama saya menaiki kapal. Menyenangkan sih.

Karena ada salah satu teman yang bawa kamera dxlr, kami pun banyak sekali foto-foto dengan narsisnya walaupun banyak yang liatin. 

Salah satu pemandangan yang unik dari atas kapal menuju sabang adalah adanya ikan terbang.

Kamu ingat ikan di salah satu stasiun televisi Indonesia itu? Nah seperti itu. Ternyata ikan itu benar-benar terbang dan punya sayap.

Belakangan saya tahu, mereka sebenarnya tidak terbang, melainkan hanya meluncur dalam waktu yang lumayan lama. Bisa hingga 45 detik dan bisa di ketinggian 6 meter.

Jumlah mereka juga banyak, saya melihat mereka di sekeliling kapal dan bergantian terbang seolah mengejar kapal yang kami naiki.

Saat menepi pun tiba, kapal berhenti di pinggiran pelabuhan dan kami mulai turun satu per-satu dengan membawa masing-masing perlengkapan dan motor kami.

Keliling Kota Wisata Sabang

wisata sabang
sharetempatwisata.com

Setelah sampai, kami tidak langsung istirahat.

Kenapa?

Ya karena tempat penginapannya jauh dari pelabuhan. Maka terpaksa harus mencari penginapan dulu sambil jalan-jalan tentunya.

Jarak ke penginapan menempuh waktu sekitar 1 jam, kami pun langsung bergegas sambil ditemani oleh salah satu tour guide yang sudah kami hubungi sebelumnya.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke sabang dan tidak tahu arahnya, sebaiknya memang memakai jasa tour guide agar tidak tersesat. Karena Kota Sabang itu masih belum metropolitan, masih banyak hutan, banyak kebun, dan banyak jalan yang tidak ada namanya.

Tour guide itu juga yang nanti akan menemani kamu menuju destinasi-destinasi wisata yang ingin kamu tuju. Tanpa tour guide tentu akan sulit menemukan lokasi tersebut.

Tour guidenya Bayar nggak ? Ya tentu bayar, emangnya air laut.

Dulu kami hanya bayar 200.000 untuk 2 hari. Setelah itu kami sudah mulai tau jalannya.

Sepanjang perjalanan ke penginapan, segarnya udara sabang langsung terasa, sejuk.

Jalannya pun banyak sekali tanjakan naik dan turun bukit, sehingga agak susah bagi kami yang belum terbiasa dengan jalanan seperti itu.

Tanjakannya bukan tanjakan biasa, tanjakan di jalanan sabang itu bisa mencapai 45 derajat dan dengan jarak ratusan meter. Sulit sekali menaikinya.

Salah satu yang juga unik dari perjalanan itu adalah, kamu akan menemukan gunung di samping kirimu, dan lautan di sebelah kananmu, atau sebaliknya.

Keren kan?

Pemandangan seperti ini tentu tidak ada di semua tempat.

Selain sabang, saya juga pernah merasakan pengalaman seperti ini dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju ke Aceh Barat Daya.

Setelah melawati beberapa bukit, akhirnya kami tiba di penginapan.

Penginapan Wisata Sabang

wisata sabang
sharetempatwisata.com

Penginapan yang kami pilih adalah penginapan satu rumah kayu dengan satu kamar dan ruang tamu yang luas.

Harganya sekitar Rp 120.000, dan kami bisa muat 10 orang di sana.

Sebenarnya relatif sih untuk urusan penginapan seperti apa yang kamu inginkan. Di sana juga ada hotel dan wisma kok. Namun saya menyarankan agar kamu fokus pada tujuan liburanmu, yaitu menikmati destinasi wisata, bukan destinasi penginapan.

Toh kalau sudah lelah menikmati destinasi wisata, tidur dimana saja pasti nyenyak kok.

Apalagi lelahnya berenang di lautan yang banyak ikan warna-warni. Tenang, bab ini akan saya bahas nanti.

Pastikan pula penginapan yang ingin kamu tempati memiliki kamar minimal 1, ya untuk ganti pakaian jika kamu liburan dengan beberapa orang. Lalu pastikan pula ada toilet yang layak ya.

Sebagai pelengkap, akan lebih baik jika penginapan kamu juga dekat dengan tempat jual makanan, minimal untuk sarapan saja dulu. Kalau sudah siang kan bisa nyari di dekat destinasi wisata nantinya.

Malam Pertama di Wisata Sabang

wisata sabang
pexels

Kalau malam hari, sebenarnya tidak ada yang istimewa di Sabang. Karena memang andalan wisatanya adalah alam. Tentunya alam akan bisa dinikmati keindahan pemandangannya jika di siang hari.

Namun sabang tetap punya pesona lain.

Dia bisa memberikan suasana tenang dan nyaman di malam hari dengan sedikit suara jangkrik dan angin yang lembut.

Jalanan di tempat penginapan kami tidak ramai orangnya, sehingga tidak bising. Hal ini pula yang sebenarnya menambah keharmonisan malam. Suasana tenang dan damai sekali.

Tentunya malam hari kami habiskan dengan istirahat dan foto-foto, karena lelahnya perjalanan dari rumah, naik kapal, dan nyari penginapan.

Lelahnya perjalanan juga membuat saya lelah menulis artikel ini, padahal perjalanan sudah beberapa tahun yang lalu.

Ya sudahlah, gue capek.

Di sambung lain kali ya.

Salam,

Alhadi ibrahim

Leave a Comment

%d bloggers like this: