Doa Rabithah dan Pembahasan Lengkap / Lafadz / Hukum / Al Ma’tsurat

Pada tulisan ini, anda akan membaca :

Doa merupakan kekuatan orang muslim. Oleh karena itu semua muslim sangat disarakan untuk membaca doa sebanyak-banyaknya. Termasuk tentunya adalah doa rabithah ataupun doa lainnya.

Apalagi dengan berbagai janji dari Allah bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa hambaNya.

Maka janganlah seorang muslim menyia-nyiakan kasih sayang yang Allah berikan kepadanya. Yaitu berupa mengabulkan doa setiap dipanjatkan.

Pada tulisan ini kita akan membehas tentang doa rabithah berserta penjelasannya.

Doa Rabithah

bacaan doa rabithah

Doa rabithah merupakan doa yang sangat indah dan disusun oleh Ulama besar yaitu Hasan Al-Banna.

Jika ada yang bertanya, mengapa doa rabithah begitu banyak yang mempertanyakannya. Maka inilah jawabannya. Yaitu doa ini merupakan doa indah, akan tetapi bukan disusun oleh seorang Ulama.

Jadi tidak terdapat di dalam Alquran secara utuh seperti yang kita ketahui.

Maka banyak yang menduga bahwa doa ini adalah doa yang berupa Ayat Alquran ataupun Hadist.

Memang benar bawha Syiekh Hasan Al-banna mengambil kutipan-kutipan dari dalam Alquran maupun dari dalam hadist untuk menyusunnya. Hal ini tentu saja dibolehkan. Maka lahirlah doa rabithah yang kita kenal sekarang dan tersusun rapi di dalam Kitab Al-ma’tsurat.

Al Ma’tsurat

al matsurat

Al Ma’tsurat adalah kumpulan doa-doa yang disusun oleh Imam Hasan A-Banna. Al Ma’tsurat ini dirutinkan untuk dibaca setiap pagi dan sore. Banyak yang sudah mengamalkan untuk membaca kitab Al Ma’tsurat ini secara rutin.

Biasanya dibaca setelah membaca doa sesudah sholat subuh dan juga ashar.

Al Ma’tsurat sendiri merupakan kumpulan doa yang diambil dari potongan ayat suci Alquran dan juga Hadist Nabi.

Pembahasan tentang Al Ma’tsurat ini disebabkan karena adanya sumber hadist yang lemah dalam kitab kumpulan doa ini. Akan tetapi sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah karena memang pada dasarnya boleh membaca doa apapun selama doa itu baik.

Bahkan kita juga bisa meminta dengan doa karangan sendiri seperti meminta motor, mobil dan sebagainya.

Di dalam Al Ma’tsurat inilah terdapat doa rabithah yang amat indah dan juga digemari untuk dibaca.

Hukum Membaca Doa Rabithah

hukum membaca doa rabithah

Hukum membaca doa rabithah adalah boleh, begitulah penjelasan beberapa ulama. Hal ini memang karena doa yang kita baca adalah doa-doa yang baik.

Meskipun memang ada sumber hadist dha’if di dalam kitab tersebut, akan tetapi tetap dibolehkan untuk dibaca. Selama kita tidak meyakini bahwa doa itu adalah dari Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Bahkan bukan itu saja, doa yang kita bacakan sendriri atau doa yang kita buat sendiri juga dibolehkan untuk dibaca. Meskipun tentunya tidak ada di dalam hadist maupun Alquran.

Jadi tidak masalah dalam membaca doa rabithah ini meskipun adanya hadist yang lemah.

Misalnya kita sendir membaca doa “Ya Allah, berikan kepadaku motor warna putih”. Apakah ada hadistnya seperti itu? Tentu tidak ada.

Akan tetapi tetap dibolehkan untuk membacanya selama memang doa itu adalah doa yang baik. Jadi silahkan saja membaca rabithah jika memang menginginkannya.

Namun perlu diperhatikan bahwa doa ini tetaplah doa yang disusun oleh seorang Ulama. Sehingga tidak boleh menisbatkan doa ini kepada Rasulullah atau disusun oleh Rasulullah, karena memang bukan susunan Rasulullah.

Bacaan Doa Rabithah

Agar pemahaman kita semakin baik dan bisa langsung mengamalkan doa ini, berikut kami tuliskan juga bacaan doa rabithah untuk mudah kamu pahami.

Doa ini juga tentunya bisa anda temukan di dalam susunan Al Ma’tsurat di bagian akhir.

Doa ini sangatlah indah dan menyentuh hati banyak orang ketika membacanya. Jadi, silahkan disimak dan dicatat ya bacaan doanya:

doa rabithah

arti doa rabithah

Pentingkah Membaca Doa Rabithah?

pembahasan doa rabithah

Setelah mengetahui bahwa doa rabithah adalah doa yang boleh dibaca, lalu apakah penting bagi kita untuk membacanya?

Pada dasarnya, semua doa itu adalah baik selama memang kita niatkan untuk kebaikan dan juga kita baca makna-makna dari suatu doa adalah baik. Maka termasuk dalam hal ini adalah membaca doa rabithah hasil karang Syeikh Hasan Al-banna juga sama saja.

Jika memang maknanya baik, maka silahkan dibaca. Tidak masalah.

Akan tetapi jika ditemukan adanya kesalahan atau kejanggalan dalam doa tersebut, silahkan ditinggalkan saja.

Pada intinya, memohon kepada Allah adalah hal yang harus selalu dilakukan oleh setiap muslim.

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang doa rabithah ini. Semoga bisa memberikan pendidikan kepada kita semua.

Terima kasih.

 

Salam,

Alhadi ibrahim

Leave a Comment

%d bloggers like this: