Dayah Liqaurrahmah Bersama Teungku Jim (Muhammad Umar)

Assalammualaikum.

Apakah anda sedang mencari informasi tentang pesantren di banda aceh?

Atau informasi Ulama Aceh yang Terkenal?

Nah, kali ini saya akan membahas tentang sebuah pondok pesantren di Banda Aceh. Namanya adalah Liqaurrahmah. Oh iya, di Aceh sendiri, Pondok itu biasa dikenal sebagai Dayah. Jadi, istilah “Dayah” inilah yang akan lebih saya pakai dalam tulisan ini ya.

Langsung saja.  

[Baca juga: Doa mandi wajib]

Pondok Pesantren Liqaurrahmah atau biasa dikenal dengan sebutan Dayah Liqaurrahmah adalah sebuah dayah yang terletak di daerah Tungkop, tepatnya Kampung Lieue, Banda Aceh. Dayah ini sangat sederhana, pengajian rutin di Dayah ini masih menggunakan bale (balai).

Tapi jangan salah, justru disitulah letak kenikmatannya.

Proses pengajian di atas bale itu benar-benar nyaman, alas dari kayu itu sangat cocok untuk semua umur, benar-benar nyaman. Ditambah lagi dengan angin yang menemani dalam setiap pengajian, sepoy-sepoy ya kata orang?

Ada satu keanehan di dayah ini, yaitu di sekeliling balai pengajian itu sebenarnya banyak empangan, dan hutan atau kebun milik warga.

Saya paham betul situasi di tempat itu harusnya banyak nyamuk, tapi justru setelah beberapa tahun sudah saya ikut pengajian di Dayah Liqaurrahmah itu, sekalipun saya belum pernah melihat nyamuk seekorpun, apalagi menggigit ya. Hehe

Pimpinan Pesantren di Banda Aceh Dayah Liqaurrahmah

Nah, pimpinan dayah ini bernama Teungku Muhammad Umar, tapi nama popular beliau adalah Teungku Jim.

Kenapa bisa beda ya? Alkisah, dulu memang nama beliau adalah Jim Zayid, lalu entah bagaimana ceritanya berganti nama menjadi Muhammad Umar. Nanti kalau kamu ikut pengajian beliau, sekalian tanyakan lagi ya riwayat hidup beliau. hehe.

Sosok Teungku Jim ini memang sangat pantas dikagumi.

Ilmu beliau yang banyak telah mamuaskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh jama’ah pengajian. Wawasan beliau yang luas telah mampu menghubungkan perihal agama dengan hal-hal ilmiah duniawi agar mudah dimengerti.

Pengetahuan beliau tentang teknologipun menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa, urusan android, bbm, facebook, dll, sedikit banyaknya beliau paham.

Hal itu pula yang membuat mahasiswa betah sekali mengikuti pengajian beliau, karena memang beberapa hal di masa sekarang tidak terlepas dari urusan internet atau online. Benar kan?

Dayah Liqaurrahmah sebagai salah satu Pesantren di Banda Aceh

ulama aceh yang masih hidup
Teungku Jim (Muhammad Umar), Pimpinan Dayah Liqaurrahmah Banda Aceh

Ada satu hal yang sangat saya kagumi dari Tgk. Jim, yaitu kemampuan beliau dalam memberikan contoh terhadap masalah agama.

Sungguh luar biasa, contoh-contoh yang beliau ilustrasikan dari hal-hal agama sangat mudah dimengerti.

Ada saja contohnya, contoh yang beliau berikan dari urusan agama biasanya berhubungan dengan hal logika, wawasan, dan bahkan sesekali bernuansa humor spontan yang mengundang tawa, namun tujuannya untuk mudah dimengerti.

Apalagi masalah tauhid, selama ini saya pikir tauhid hanya bisa dipahami secara teori saja, namun beliau memahamkan tauhid bahkan dari segi logika dan memberikan contoh yang logika pula, sehingga mudah dimengerti oleh jama’ah.

Jadwal Pengajian Dayah Liqaurrahmah (Pesantren di Banda Aceh)

Pengajian yang umum diikuti oleh kaum laki-laki adalah setiap malam rabu dan malam jumat, mulai jam 21.00 sampai jam 23.00.

ulama aceh yang masih hidup
Teungku Jim (Muhammad Umar)

Selain itu ada pula pengajian khusus jama’ah perempuan, dan pengajian anak-anak, serta pengajian Alquran yang juga diikuti oleh kaum laki-laki setiap malam senin, dipimpin oleh Ustad yang memang ahli di bidang Alquran.

Pengajian setiap malam rabu dan malam jumat dibagi dalam dua sesi, satu jam pertama adalah tafsir Alquran, kemudian satu jam kedua adalah pembahasan kitab.

Dalam pembahasan kitab itu biasanya dua kitab, namun terkadang ada yang hanya bisa satu kitab, karena banyaknya pertanyaa yang ditanyakan oleh jama’ah sehingga waktu yang tersisa tidak mencukupi.

Berikut daftar urutan pengajiannya :

Malam Rabu:   Jam 21.00 s/d 22.00 >> Tafsir Alquran
Jam 22.00 s/d 23.00 >> Kitab Kifayatul Mubtadi dan Kitab Sirus Salikin
Malam Jumat:  Jam 21.00 sd 22.00 >>  Tafsir Alquran
Jam 22.00 sd 23.00 >>   Kitab Sabilal Muhtadi dan KItab Sirus Salikin

ulama aceh yang masih hidup
Perayaan Maulid di Dayah Liqaurrahmah

Nah, jam pada jam 21.00 atau tepatnya setelah pengajian tafsir Alquran, maka aka nada pembagian kopi (dan teh) untuk para jama’ah, supaya kembali segar dan lebih bersemangat lagi dalam pengajian.

Kadang-kadang juga dibagikan makanan yang beragam, seperti roti, canai, pisang, dan lainnya.

Disamping itu, Setiap akhir dari sesi tafsir Alquran dan akhir dari pengajian kitab aka nada sesi tanya jawab. Jadi bagi anda yang tidak paham tentang materi pengajian maupun tentang masalah agama lainnya bisa ditanyakan pada setiap sesi itu.

Bukan hanya itu, setelah pengajianpun, Teungku Jim biasanya akan kembali duduk bersama beberapa jama’ah yang masih ingin bertanya kepada beliau, karena mungkin keterbatasan waktu yang ada dalam situasi pengajian tafsir Alquran dan Kitab tersebut.

Selesai Pengajian di Dayah Liqaurrahmah

ulama aceh yang masih hidup
Teungku Jim (Muhammad Umar)

Di akhir pengajian jam 23.00 itu, secara rutin akan ada pembacaan doa, shalawat dan diakhiri dengan salam-salaman dengan teungku dan juga sesama jama’ah, supaya silaturrahmi semakin erat, dan juga berdasarkan hadist :

“Orang yang berjabat tangan dengan penuntut ilmu, diharamkan tubuhnya dari api neraka”.

Semoga kita semua teguh dalam menuntut ilmu.

Bagi teman-teman yang ingin ikut pengajian dan tidak tahu alamatnya, bisa hubungi saya dulu (baca: Alhadi Ibrahim), nanti akan saya bantu arahkan.

Demikian terima kasih.

Salam,

Alhadi Ibrahim

Leave a Comment

%d bloggers like this: