Budidaya Jamur Tiram

Banyak alternatif usaha yang dapat dilakukan di Indonesia. Salah satunya adalah budidaya jamur tiram. Selain kaya akan manfaat, ternyata jamur tiram ini juga mudah dibudidayakan.

Pengertian Jamur Tiram

Jamur tiram adalah satu jamur pangan yang memiliki nama latin Pleurotus ostreatus. Sesuai bentuk tudungnya yang menyerupai tiram, jamur ini juga dapat disebut ovster mushroom.Adapun nama lain dari jamur tiram dalam bahasa Jepang adalah Shimeji.

Jamur tiram ini mudah ditemukan di alam liar, salah satu contohnya di daerah hutan pegunungan atau tempat sejuk lainnya. Mereka adalah jamur kayu yang tumbuh di atas batang kayu yang sudah lapuk, dengan tumbuh berderet ke arah samping.

Tubuh jamur tiram ini memiliki beraneka macam warna sesuai namanya: jamur tiram kelabu yang berwarna keabu-abuan, jamur tiram merah jambu yang berwarna merah muda, jamur tiram putih, dan jamur tiram cokelat. Namun, yang paling banyak dikonsumsi masyarakat adalah jamur tiram putih karena rasanya yang dikenal paling enak. Selain itu, tudungnya yang berbentuk tiram dapat tumbuh hingga berdiameter 5 sampai 20 cm, dengan permukaan yang hampir licin.

Adapun keunggulan dari jamur tiram yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Jamur ini rendah kalori, lemak, dan karbohidrat, tetapi kaya akan vitamin, mineral, serat, dan protein. Mereka juga mengandung selenium, antioksidan, dan polisakarida.

Manfaat Jamur Tiram

bididaya jamur tiram
bididaya jamur tiram

Selain rasanya yang enak, ternyata jamur tiram mempunyai banyak manfaat mengonsumsi jamur tiram, berikut di antaranya:

  1. Dapat digunakan sebagai obat pengurang kadar kolesterol.

Bagaimana bisa jamur tiram dapat menurangi kolesterol tinggi? Ternyata di dalam jamur tiram terdapat kandungan lovastatin. Lovastatin dapat membantu mengatur sirkulasi kadar kolesterol di dalam darah. Selain itu, terdapat juga beta-glucan yang bisa menyerap kolesterol di dalam aliran darah.

  1. Dapat memperkuat kekebalan tubuh.

Antioksidan yang terkandung di dalamnya dapat menangkal berbagai macam efek buruk yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Walaupun tubuh setiap orang pada dasarnya dapat menghasilkan antioksidan sendiri, tidak ada salahnya untuk memperbanyak antioksidan di dalam tubuh kita. Sehingga kita akan lebih mudah terhindar dari penyakit.

  1. Menjaga kesehatan jantung.

Terdapat niacin dan vitamin D yang berfungsi menjaga kesehatan jantung.

  1. Mengoptimalkan sistem saraf.

Sistem saraf yang kuat dapat mempermudah Anda dalam melakukan berbagai macam aktifitas. Apabila Anda rasa sistem saraf Anda kurang bekerja dengan baik, Anda bisa mencoba jamur ini karena di dalam jamur tiram terdapat kandungan tembaga.

  1. Melancarkan sirkulasi darah.

Selain manfaat kandungan tembaga yang disebutkan di atas, ternyata tembaga juga berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara dengan cara meningkatkan pertumbuhan sel darah merah.

  1. Berkontribusi dalam pencegahan kanker.

Dengan mengonsumsi jamur ini, berarti Anda telah berusaha menghindari kanker. Yap, betul, jamur ini mengandung glikoproteindan betaglukan yang dapat meningkatkan respons antikanker tubuh secara alami. Keren, bukan?

Selain itu, komposisinya dapat memberi peringatan dini kepada Natural Killer (NK) cell di dalam tubuh kita. Natural Killer ini adalah sel pembunuh alami yang bekerja membunuh sel kanker, dibantu dengan sel T yang melawan infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Mereka semua akan bekerjasama untuk mencegah kanker di dalam tubuh Anda.

Alasan Budidaya Jamur Tiram

bididaya jamur tiram
bididaya jamur tiram

Apakah itu saja alasan untuk membudidayakan jamur tiram? Tentu tidak, masih terdapat banyak alasan selain alasan manfaat-manfaat di atas. Berikut di antaranya:

  1. Jamur tiram tumbuh tidak kenal musim.

Jamur tiram tumbuh di segala musim. Musim di Indonesia sangat cocok untuk membudidayakan jamur ini. Walaupun jamur ini mudah ditemukan di tempat sejuk, saat panas sekalipun orang-orang masih bisa membudidayakannya, yaitu dengan cara memodifikasi kumbung (tempat menyimpan media tanam) sedemikian rupa dan melakukan penyiraman secara lebih intensif.

  1. Budidaya jamur tiram dapat dilakukan walau dengan lahan yang terbatas.

Memiliki masalah dengan keterbatasan lahan? Itu bukan masalah lagi apabila Anda menggunakan sistem bertingkat dengan menggunakan rak-rak untuk berbudidaya jamur tiram. Rak-rak tersebut berfusngi mengefisiensikan ruang yang sempit.

  1. Bahan baku budidaya yang mudah ditemukan.

Tidak perlu khawatir soal bahan bakunya. Bahan baku budidaya jamur ini mudah ditemukan, mulai dari penggunaan jerami, serbuk kayu, enceng gondok, dedaunan yang menjadi kompos, rerumputan, dan jerami padi.

  1. Hasil produksi jamur mudah diserap pasar.

Saat ini, peminat jamur semakin meningkat dari kalangan muda hingga orang tua. Mengapa? Karena berbagai macam manfaat yang terdapat di dalam jamur tersebut, sehingga meningkat pula permintaan pasar.

  1. Budidaya jamur tiram tidak menimbulkan pencemaran.

Masih takut dengan pencemaran lingkungan? Tidak usah khawatir, justru untuk membudidayakan jamur tiram, dibutuhkan keutamaan kebersihan dalam merawatnya. Sehingga, kesan jorok tidak akan ditemukan di kumbung atau rumah tempat memelihara jamur tersebut.

  1. Hasil yang dapat dipetik setiap hari.

Hasil yang dapat dipetik setiap hari berarti uang juga dapat mengalir setiap harinya.

  1. Siapapun dapat membudidayakan jamur tiram.

Tua maupun muda, bersekolah atau tidak, budidaya jamur dapat dilakukan oleh siapa saja asalkan mereka memiliki kesungguhan dalam menjalaninya.

  1. Jamur sebagai pangan alternatif

Karena kandungan proteinnya yang tinggi, jamur dapat digunakan sebagai alternatif pengganti daging.

Cara Budidaya Jamur Tiram

bididaya jamur tiram
bididaya jamur tiram

Lalu, bagaimana cara budidaya jamur tiram yang baik dan benar?

  1. Pilih bibit jamur tiram yang baik.

Memilih bibit jamur tiram yang baik dapat berdampak pada tumbuhnya jamur tiram yang baik pula, sehingga saat masa panen, jamur tiram yang dihasilkan akan sesuai harapan Anda.

  1. Siapkan kumbung (rumah bagi si jamur).

Menyiapkan rumah untuk pembudidayaan sangatlah penting, agar jamur tiram dapat berkembangbiak secara optimal dan hasil yang didapatkan juga memuaskan.

  1. Siapkan baglog (media tanam).

Hal yang harus disiapkan untuk membuat media tanam adalah: serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Perbandingan dalam pembuatannya adalah: serbuk gergaji 100 kg, 1 sampai 2 kg kapur atau kalsium, dan bekatul 10 kg.

Setelah perbandingannya sudah pas, Anda dapat mengikuti petunjuk di bawah ini:

  • Ketiga bahan diaduk dengan rata.
  • Tambahkan air sekitar 60% dari kesemua bahan yang Anda aduk.

Sesudah itu, Anda bisa menutupnya menggunakan bantuaan terpal atau plastik

Plastik yang dapat digunakan adalah dengan ukuran 17×30 / 20×35 / 15×30, lalu diisi dengan adonan tadi.

  • Komposisi adonan harus padat.
  1. Fermentasi baglog.

Sebelum menanam jamur tiram, lakukan fermentasi kepada media tumbuh jamur. Caranya yaitu dengan mendiamkan media tumbuh jamur selama kurang lebih 5 sampai dengan 10 hari agar proses pengomposan atau pelapukan material tanah telah terjadi.

  1. Sterilisasi baglog.

Tahap berikutnya dalam cara budidaya jamur tiram adalah mensterilkan baglog.

Terdapat banyak cara dalam mensterilkan baglog, salah satu cara yang lebih hemat bahan bakar adalah dengan cara sterilisasi chanel.

  1. Memindahkan baglog ke tempat inokulasi.

Setelah semua proses di atas telah selesai, pindahkan baglog ke tempat inokulasi. Diamkan selama 1 hari (24 jam) agar baglog kembali ke suhu normal. Jangan lupa untuk menjaga sirkulasi udara di dalam tempat tersebut, agar mencegah dari tercemarnya baglog oleh spora pathogen atau bakteri.

  1. Memperhatikan jamur tiram di masa inkubasi.

Jamur tiram yang sudah dipindahkan dari baglog ke tempat inokulasi akan mengalami masa inkubasi. Masa inkubasi jamur tiram ini memerlukan suhu antara 22 sampai 28 derajat selsius dengan kelembapan yang dibutuhkan antara 60 sampai 70 persen.

Masa inkubasi memerlukan waktu sekitar beberapa minggu sebelum tumbuh miselium.

  1. Memanen jamur tiram.

Sebelum memanen, mohon diingat agar tidak membuka pintu lebar-lebar karena cahaya matari yang masuk dapat mengganggu kadar kelembapan udara di dalam tempat pengembangbiakan.

Saat memanen jamur tiram, jangan lupa menggunakan bantuan cutter atau pisau tajam yang bersih, karena apabila dipanen langsung menggunakan tangan, dapat menyebabkan luka hingga terjadi pembusukan pada jamur tiram tersebut.

Adapun cara memotongnya, yaitu potonglah pangkal batang jamurnya, lalu meletakkannya ke dalam keranjang,

Saat ingin membersihkannya, Anda tidak diperbolehkan untuk membersihkan di dalam ruangan pengembangbiakan.

Apabila jamur siap dikemas, kemaslah jamur ke dalam plastik transparan dengan udara yang tidak terlalu berlebihan karena jamur nantinya dapat mengeluarkan gas.

Itulah penjelasan mengenai budidaya jamur tiram. Selain terdapat banyak manfaat, ternyata jamur tiram mudah dikembang biakkan, ya?

Semoga bermanfaat.

Sumber: Ilhamteguh.com

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: